Senin, 13 Juni 2011

ANAK & MEDIA


Film Edukasi “My Friends” VS Majalah Anak “ORI


Seperti yang kita tahu, setiap harinya anak selalu mengalami perkembangan melalui proses belajar. Proses ini tidak pernah terlepas dari media yang selama ini ada disekitar anak. Salah satunya adalah media yang sejalan dengan berkembanganya teknologi, yakni melalui film. Saat ini Film-film edukasi banyak sekali bermunculan demi mendukung kemajuan anak. Edukasi yang ditawarkanpun berbagai macam. Salah satunya adalah edukasi yang menfokuskan pada pembelajaran bilingual (dwibahasa), yang lebih condong pada bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar Internasional.

Begitu pula dengan media majalah anak. Majalah anak saat ini pun juga banyak menawarkan edukasi yang berbeda-beda. Namun, sangat minim sekali anak yang membaca majalah sebagai media pembalajaran. Mereka lebih menyukai hal yang praktis seperti film-film edukasi. Namun hal ini masih kurang menjadikan anak untuk belajar suka membaca buku. Padahal, dalam satu majalah saja dapat menawarkan content yang bervariasi untuk mendukung perkembangan anak. Untuk lebih jelasnya, kita akan membandingkan dan membahas dari kedua jenis media di atas.Yuuk kita lihat seberapa besar pengaruh media bagi perkembangan anak….

Data umum

Jenis : Film

Judul : My Friends

Durasi : 20 menit, @tema 4-5 menit, tahun 2007

Jenis : Majalah

Judul : ORI, Majalah Aktivitas Anak

35 hlm, edisi Juni 2011

Penyampaian content

Film kartun sederhana

Majalah full warna

Content

Edukasi Bahasa Inggris.

Info seputar bintang cilik, cergam, mewarnai, membuat kreativitas, info-info seputar anak-anak, merangkai puzzle, maze, menghubungkan titik-titik menjadi suatu gambar, dan info profil TK,

Tujuan/materi yang ingin disampaikan/pelajaran yang bisa diambil

Ø Mengenalkan istilah angka dan huruf dalam bahasa Inggris.

Ø Mengenal beberapa simbol yang seringmuncul dalam matematika.

Ø Percakapan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Mengenal beberapa istilah tentang emosi dan perasaan yang sering dijumpai.

Ø Mengenal beberapa istilah anggota tubuh yang nampak.

Ø Meningkatkan kreativitas

Ø Belajar mewarnai

Ø Edukasi bahasa Inggris

Ø Untuk melatih motorik halus anak

Ø Untuk mengembangan visual integration

Ø Belajar dwibahasa (bilingual)

Ø Belajar untuk menyukai kegiatan membaca

Ø Memperoleh informasi seputar pendidikan anak

Sasaran pembaca/penonton

Ø Semua umur, namun lebih cocok untuk anak usia sekolah dasar (masa pertengahan dan akhir anak-anak) karena lebih memudahkan anak pada usia ini untuk mempelajari baik istilah (kosakata) maupun percakapan bahasa Inggris yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Cocok untuk laki-laki maupun perempuan karena content yang disajikan bersifat umum.

Ø Dapat digunakan oleh berbagai macam budaya, karena tidak mengandung unsur perbedaan ras.

Ø Untuk semua umur, terutama anak usia pra sekolah dan usia sekolah. Karena beberapa jenis content yang ditawarkan cukup bervariasi dan dapt digunakan oleh kedua tahapan perkembangan anak.

Ø Dapat dibaca baik anak laki-laki maupun perempuan karena content yang disajikan bersifat umum.

Ø Dapat digunakan oleh berbagai macam budaya.

Pengemasan media (kelebihan & kelemahan)

KELEBIHAN

Ø Sesuai tujuan dalam edukasi bahasa Inggris

Ø Sesuai usia yang dituju

Ø Artikulasi cukup jelas, sehingga memudahkan anak untuk menirukan.

KELEBIHAN

Ø Sesuai untuk menstimulus baik perkembangan motorik maupun kognitif anak pada usia ini.

Ø Banyak variasi content (macamnya) yang disediakan.

Ø Contentnya cukup menarik dan tidak terlalu membosakan.

Ø Penuh dengan warna dan gambar yang dapat menarik minat anak.

KELEMAHAN

Ø Penjelasan yang diberikan pada beberapa video ada yang terlalu cepat, sehingga kemungkinan anak akan sedikit kesulitan dalam mengikutinya.

Ø Gambar kartun kurang menarik sehingga kemungkinan anak akan merasa bosan dan kurang tertarik.

KELEMAHAN

Ø Beberapa content mungkin dapat dirasa kurang menarik bagi anak usia sekolah, karena memang diperuntukkan bagi tahapan perkebangan anak usia pra sekolah.

Ø Beberapa content pula juga kurang cocok bagi anak usia pra sekolah. Karena pada usia tersebut anak belum dapat membaca, sehingga masih membutuhkan bantuan dari orang lain. Misalnya dalam hal membaca isi cerita.

Teori yang relevan

Pada masa pertengahan dan akhir anak-anak mengalami perkembangan kognitif. Salah satunya perkembangan bahasa. Misalnya bertambahnya terus perbendaharaan kosakata dan tata bahasa mereka. Pertimbangan bilingualisme menjadi semakin penting. (Santrock, 2002).

Pada perkembangan kognitif masa awal anak-anak (2-6 tahun) mengalami perkembangan. Seiring dengan meningkatnya kemampuan anak untuk mengekplorasi lingkungan, karena bertambah besarnya koordinasi dan pengendalian motorik halus. Dunia kognitif anak berkembang pesat, makin kreatif, bebas, dan imajinatif. Daya serap mentalnya tentang dunia makin meningkat. (Desmita, 2010). Hal ini dapat didukung dengan fungsi permainan.

Ø Mencoba, menjelajahi, menemukan, menguji coba, merekonstruksi, berbicara, dan mendengar ialah kata-kata yang menggambarkan program-program TK yang bagus. (Ballanger, dalam Santrock, 2002).

Ø Konsep ZPD (Zona Proxima Development) diterapkan secara efektif pada pengajaran matematika anak dan bagaimana membaca (Lightfoot, dalam Santrock, 2002).

Analisis dari Kedua Media :

Kedua media yang ditawarkan sama-sama memiliki manfaat dan ketertarikan sendiri. Pada media film edukasi yang berjudul “My Friends” menawarkan metode belajar bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Karena film ini memiliki sasaran anak usia sekolah, pengemasannya tidak terlalu rumit dan mudah dipelajari. Selain itu, pilihan yang ditawarkan cukup sederhana sehingga sangat sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pertimbangan bilingualisme (kedwibahasaan) menjadi semakin penting dalam tahapan perkembangan anak usia sekolah. Terutama bahasa Inggris saat ini telah menjadi salah satu mata pelajaran di SD. Selain itu, dengan adanya 4 macam pilihan video yang ada dapat mencakup beberapa contoh percakapan anak baik di sekolah, maupun di lingkungan rumah, yang mungkin bisa mereka praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada salah satu pilihan film “My Friends” pada bagia sekolah, menunjukkan pengenalan huruf dan angka satu persatu. Hal ini sesuai dengan metode pembelajaran membaca pada anak. Teknik ini dikenal dengan metode ABC (ABC Method). Metode ini merupakan suatu teknik belajar membaca yang menekankan pada ingatan akan nama-nama dan huruf-huruf alfabet. Dengan metode ini, anak-anak dapat dengan mudah mengingat dan menirukan huruf-huruf dalam bahasa Inggris. Ada pula metode keseluruhan kata (whole-word method) ialah teknik belajar membaca yang menekankan pada pembelajaran asosiasi langsung antara keseluruhan kata dan maknanya. Seperti munculnya teks-teks dalam bahasa Inggris, agar anak dapat mengetahui seperti apa penulisan dari setiap istilah bahasa Inggris. Selanjutnya adalah metode bunyi (phonics method) yang juga dapat membantu anak untuk menirukan pengucapan atau pelafalan bahasa Inggris dengan benar. (Santrock, 2002).

Sedangkan media majalah yang berjudul “ORI – majalah aktivitas anak” menawarkan content yang bermacam-macam demi mendukungnya perkembangan anak. Misalnya untuk melatih motorik halus anak dan mengembangkan visual integrasi dalam majalah ini seperti bermain puzzle, atau menghubungkan titik-titik yang telah disediakan menjadi suatu bentuk gambar. Hal ini untuk merangsang koordinasi antara mata dan tangan anak. Apakah anak dapat megnhubungkan setiap titi-titik tersebut. Pada subtahap intuituf (4-7 tahun) content ini dapat merangsang kognitif dalam hal menemukan hubungan bagian-bagian dari keseluruhan.

Membaca menjadi suatu keterampilan khusus selama tahun-tahun sekolah dasar. Tidak berkompeten membaca membuat anak sangat rugi di dalam pergaulan dengan teman-teman sebayanya. Membaca bukan sekedar metode sejumlah kata dan suara. Keterampilan pemprosesan informasi juga terlibat di dalam membaca. Ketika anak membaca, mereka memproses informasi dan menginterpretasikannya, sehingga membaca merupakan suatu contoh yang praktis untuk mengilustrasikan pendekatan pemprosesan informasi berkaitan dengan bagaimana anak-anak menganaisis informasi yang berbeda yang ada di lingkungan mereka, and bagaimana mereka memberikan makna pada pengalama itu.

Edukasi yang ditawarkan pada majalah “ORI” ini salah satunya kita dapat kategorikan pada permainan. Mengapa demikian? Karena proses belajar yang ditawarkan tidak seperti proses belajar yang menggunakan hafalan atau lain sebagainya. Prosesnya lebih menggunkan kognitif dan motorik anak. Melalui permainan, anak-anak menjelajahi lingkungannya, mempelajari objek-objek disekitarnya, dan belajar memecahkan masalah yang dihadapinya. Seperti pada content maze, puzzle, menghubungkan titik-titik, merangkai atau membuat kotak kado, dan lain sebagainya. Piaget (dalam Desmita, 2010) percaya bahwa struktur-struktur kognitif anak perlu dilatih, dan permainan merupakan setting yang sempurna bagi latihan ini. Melalui permainan memungkinkan anak mengembangkan kompetensi dan keterampilan yang diperlukannya dengan cara menyenangkan. Dari beberapa jenis permainan, pada majalah “ORI” ada jenis permainan konstruktif, dimana anak menggunkan objek-objek fisik untuk membangun atau membuat sesuatu seperti membuat kotak kado, dimana telah terdapat pola-pola yang harus digunting dan dirangkai menjadi satu.

Proses perkembangan dari segi pembelajaran ini tidak lepas dari yang namanya pendamping. Siapapun yang ahli, berkompeten dan mampu memberikan bimbingan serta pengarahan pada anak dapat dikatakan sebagai pendamping, baik orang tua maupun guru di sekolah. Dalam mendampingi anak pada saat proses belajar berlangsung, kita tidak selalu untuk menuntun anak dalam mengerjakan tugas-tugasnya, maupun latihannya. Ada kalanya kita akan membantu si anak jika si anak benar-benar mengalami kesulitan. Jika si anak masih mampu untuk melakukannya, kita cukup memperhatikan kerja anak, agar anak belajar dengan sendirinya dan lebih mandiri. Proses semacam inilah yang disebut dengan ZPD (Zona Proximum Development), dimana ada zona tertentu anak yang perlu adanya bantuan dari pendamping, dan tidak membutuhkan pendamping. Pada kedua media sangat disarankan untuk adanya pendampingan atau bimbingan dari orang tua, agar proses belajar anak lebih efektif dan lebih menyenangkan. Karena jika si anak mencapai suatu titik tidak dapat mengerjakan tugas tersebut, otomatis pendamping akan langsung berperan dalam membantu anak. Misalnya dalam menemukan jalan keluar maze pada media majalah “ORI”, maka selayaknya orang tua menuntun anak untuk menemukan jalan keluar yang dicara. Begitu pula pada media film edukasi “My Friends”, jika anak masih kurang mengerti dalam mengeja suatu istilah bahasa Inggris, maka akan sangat membantu dengan hadirnya pendamping untuk mengajarkan pada anak bagaimana cara mengeja pada anak.

My Opinion / Conclusion :

Saya lebih menyukai majalah “ORI” karena pada majalah ini terdapat lebih banyak sekali manfaatnya. Tidak hanya mendukung atau merangsang perkembangan kognitif anak, tetapi juga motorik anak, terutama motorik halus. Sehingga saya lebih menyarankan pada para orang tua untuk lebih memanfaatkan media majalah anak yang dapat mendukung perkembangan anak. Selain itu, dengan menggunkan media majalah, para orang tua dapat memberikan pembelajaran pada anak untuk menyukai membaca buku. Karena dengan berkembanganya teknologi telah memasuki dunia anak seperti adanya game, tontonan-tontonan baik edukatif maupun tidak. Sedangkan untuk media yang film edukasi menurut saya kurang berkesan karena anak manfaat yang diberikan kurang bervariasi, yakni hanya mendukung perkembangan kognitifnya dalam perkambangan bahasa (bilingual). Selain itu untuk mengurangi konsumsi anak untuk duduk di depan TV saja. Alangkah baiknya jika orang tua membawa anak untuk menyeimbangkan proses mental agar tidak terbawa arus perkembangan jaman yang serba teknologi, meskipun kita sadari kita juga tidak dapat menghindar dari yang namanya teknologi.

DAFTAR PUSTAKA

Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Santrock, John W. Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup). Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar