Rabu, 13 Juni 2012

WHEN A MAN LOVE A WOMAN

Panduan Lengkap Cara Menasehati Istri dengan Cinta


 

Judul : When a Man Love a Woman (Panduan Lengkap Cara Menasehati Istri dengan Cinta)
Pengarang : Heni A. Rifai
Penerbit : Maslaha
Tahun Terbit : 2009
Tebal Buku : 144 Halaman
Ukuran : 18,2 Cm X 12,1 Cm X 1 Cm



Buku ini merupakan karangan dari Heni A. Rifai yang juga menulis buku “Super Wife, Super Mom, Super Women” yang diterbitkan oleh Penerbit Maslaha pada tahun 2009. Buku ini berisi tentang bagaimana kiat-kiat bagi para suami dalam menjalin komunikasi khususnya ketika menghadapi suatu permasalahan dalam keluarga maupun sekedar menasehati, namun tidak membuat istri merasa dikuliahi atau bahkan dihakimi. Buku ini disajikan melalui sudut pandang Psikologi dan Islami. Buku yang berisi lima bab ini dibahas secara mendetail dan “apik”, sehingga pembaca dapat memahami isi buku ini dengan baik.
Seperti kita ketahui bersama, dalam hubungan suami-istri, selalu identik dengan istilah keintiman. Keintiman dapat diartikan sebagai suatu kemampuan memperhatikan orang lain dan membagi pengalaman dengan mereka. Ketika telah memasuki ikatan pernikahan,hubungan intim ini ebih kepada hubungan suami dan istri. Hal ini sesuai dengan tahap perkembangan Erikson, dan jika seseorang tidak dapat menjalin hubungan intim dengan orang lain akan terisolasi (Erikson dalam Santrock, 2009).
Bab satu, dengan judul “Karena Wanita Ingin Dimengerti” berisi tentang seputar kondisi fisik dan psikologis seorang wanita, sifat-sifat baik dan buruknya dari seorang wanita. Secara fisik maupun psikologis, wanita sebagian besar dianggap lemah dalam menghadapi masalah, ataupun lemah fisiknya jika dibandingkan dengan pria. Namun, dibalik kelemahannya tersebut wanita menyimpan berbagai kelebihan yang luar biasa. Wanita memiliki pengaruh besar dalam kehidupan kaum pria yang dekat dengannya. Contohnya saja, seorang istri berperan besar dalam mendampingi suaminya saat membuat berbagai kebijakan dan keputusan dalam keluarga. Begitu pula seorang ibu sanagt besar pengaruhnya dalam pendidikan yang diberikan pada putra-putri tercinta. Dalam memberikan nasehat kepada seorang wanita baik itu seorang istri maupun ibu, seorang pria atau suami perlu tahu sifat-sifat baik yang ada pada wanita karena dapat membantu perannya sebagai seorang wanita dalam sebuah keluarga, seperti lembut, sabar, setia, berbakti, tekun, rajin, mudah diajak pada kebaikan, mudah mengalah, dan mudah meminta maaf. Sedangkan sifat-sifat buruknya seperti suka membantah, suka bergunjing, banyak bicara, pencemburu, dan terkadang kurang mensyukuri kebaikan suami. Ada sifat, ada pula karakter umum wanita yang perlu diketahui oleh pria / seorang suami.
Selain  itu, secara tradisi, perkawinan menuntut perubahan gaya hidup yang lebih besar bagi wanita dibandingkan dengan pria. Seorang pria yang sudah menikah, biasanya melanjutkan karirnya, sedangkan perempuan harus berjuang dengan tuntutan peran dan tanggung jawab swebagai istri dan ibu. Sehingga tidak jarang bagi para wanita harus melepaskan pekerjaannya setelah mereka menikah. Hal-hal semacam ini dapat menyebabkan munculnya suatu permasalahan dalam hubungan pernikahan. Hal ini sesuai dengan Penelitian nasional yang dilakukan Elizabeth Douvan dan teman-temannya, dilaporkan bahwa hampir 60% pria dan wanita dari seluruh partisipan mengaku bahwa kadang-kadang mereka mengalami berbagai masalah dalam kehidupan pernikahan (Santrock, 2009).
Mekipun  konflik-konflik dalam hubungan pernikahan tidak mungkn dihindarkan, namun banyak juga orang yang berusaha keras untuk menciptakan suatu bentuk ikatan yang memuaskan, yakni dimana  kedua pasangan dapat saling memperoleh imbalan kepuasan. Memperhatikan daftar panjang tentang berbagai kesulitan atau masalah yang umum terjadi dalam pernikahan, dapat dipahami bahwa perkawinan yang bahagia dan langgeng membutuhkan dua orang yang sepenuh hati, mempunyai cukup keterampilan dalam menghadapi dan mengatasi konflik dan setiap masalah yang timbul. Pada bab dua, dengan judul “Ada Apa Denganmu, Sayang…” berisi tentang berbagai penyebab kesalahan istri, hal-hal yang paling sering memicu perselisihan, peran suami sebagai seorang pendidik dalam keluarga. Secara umum, kesalahan yang dilakukan oleh seorang istri disebabkan oleh dua faktor, internal (dari dalam dirinya, misalnya karakter atau latar belakang keluarga) dan eksternal (dari luar, misalnya suami, lingkungan sekitar, maupun pengaruh media). Namun, dari sekian banyak faktor, yang paling sering terjadi adalah berkaitan dengan interaksi antara suami dengan istri, karena dari sekian banyak faktor, pada faktor inilah intensitas bertemu suami dengan istri lebih tinggi dibandingkan dengan intensitas salah satu pasangan berhubungan dengan faktor lain. Umumnya, disebabkan adanya perbedaan sudut pandang, kurangnya penghargaan atau respek dari pasangan, harapan yang kurang realistis terhadap pasangan, kecemburuan yang berlebihan, sifat dan perilaku keras dan kasar. Selain itu, pada bab ini tersedia tabel hubungan suami dengan istri yang harus dituliskan bersama-sama sebagai bentuk introspeksi bersama.
Bab tiga, dengan judul “Saat Masalah Melanda” berisi tentang bagaimana yang harus dilakukan oleh seorang suami ketika permasalahan melanda mereka. Dalam hal ini, dibutuhkan kemampuan dari kedua pasangan tersebut untuk mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya secara efektif (Desmita, 2010). yang pertama harus dilakukan adalah DIBICARAKAN, caranya? Bicara itu ada seninya agar dapat menarik perhatian bagi si pendengar, apalagi dalam hal menasehati. Butuh sesuatu yang menyentuh hati agar bisa mencapai sasarannya. Dalam hal ini ada tahapan yang harus dilakukan oleh seorang suami agar tidak terjadi kesalahan dalam mengkomunikasikan terhadap istri. Tahapan tersebut dapat saya jabarkan dalam sebuah skema berikut:
 Mereka yang mempunyai ikatan pernikahan yang kuat biasanya selalu berusaha keras agar komunikasi dan interaksi di antara mereka senantiasa efektif (Desmita, 2010). Menasehati istri memang gampang-gampang susah. Terlebih jika karakter istri adalah orang yang mudah tersinggung. Namun, seorang suami tidak mungkin membiarkan istri terus melakukan kesalahan. Caranya adalah seperti skema tersebut, hanya tinggal tergantung waktu, tempat, dan cara penyampaiannya. Setelah sebagian besar masalah telah usai, dan istri menunjukkan perbaikan sesuai dengan harapan, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah tetap menjaga keberhasilan tersebut dengan sebaik-baiknya, termasuk juga keberhasilan dalam menasehati istri. Karena bagaimanapun, suami adalah pemimpin rumah tangga, hal ini berarti suami memberi pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk akhlaq dan perilaku anggota keluarganya.




Bab empat, dengan judul “Merekatkan Hati dengan Istri” berisi tentang cara yang dapat dilakukan oleh suami ketika ingin menjalin kembali komunikasi setelah terjadinya pertengkaran-pertengkaran dalam rumah tangga. Pada dasarnya, wanita memang berbeda dengan pria, terutama dalam hal psikologis, dimana suami sering mendapati bahwa mood istri sering kali berubah-ubah dalam waktu singkat. Hal ini dapat dipengaruhi oleh hormon, sehingga jadi mudah uring-uringan, terlebih lagi pada saat haid. Lebih dalam, Rifai menjelaskan tentang cara efektif yang dapat digunakan dalam menjalin komunikasi dengan pasangan, diantaranya adalah untuk tidak memonopoli pembicaraan, jangan merasa bahwa pendapat sendiri adalah yang paling benar, bicara harus sesuai dengan tingkat pemahaman pasangan, perlu untuk berempati dan bersimpati, serta perlunya kontak mata dan sikap tubuh yang menunjukkan perhatian kita terhadap lawan bicara.
Buku ini sangat bermanfaat bagi kelangsungan hubungan suami istri agar tetap harmonis, dan tetap dalam kaidah Islam. Karena pada akhirnya, sebuah kebahagiaan adalah sesuatu yang abstrak dan tidak dapat dijelakan dengan kata-kata. Ia adalah sesuatu yang indah untuk dirasakan yang datang dari rasa menghargai segala yang kita miliki dan selalu mensyukuri apa yang dikaruniakan oleh Illahi Robbi.

DAFTAR PUSTAKA
Rifai, Heni A. 2009. When a Man Love a Woman (Panduan Lengkap Cara Menasehati Istri dengan Cinta). Yogyakarta: Maslaha.
Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja Rosda Karya.
Santrock, John W. 2009. Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup). Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.