
Film Gridiron Gang menggambarkan suatu realitas yang benar-benar terjadi (berdasarkan kisah nyata) di negara Amerika dimana anak-anak remaja membentuk suatu komunitas
mereka sendiri yang biasa dikenal dengan sebutan gang. Dan tidak sedikit dari
mereka yang harus berakhir di penjara karena perbuatan mereka yang melanggar
aturan seperti mencuri, menjadi penggedar atau bahkan penggunanya, melakukan
kekerasan, serta mungkin saja diantara mereka masuk penjara karena melakukan pembunuhan.
Nah, di film ini, lebih mengisahkan apa yang terjadi pada remaja, dan usaha Sean
Porter dalam merubah suatu sistem di penjara anak yang nyaris dapat dikatakan
tidak dapat digunakan lagi. Sean lah yang berusaha agar para anak-anak yang
dipenjara ini setidaknya tidak akan melakukan kesalahan yang sama dan kembali
ke penjara.
Para
remaja dalam film ini dapat dianalisis dengan berbagai teori perkembangan pada
remaja. Namun, saya akan menganalisisnya dari sisi kognitif dan psikososialnya.
Kognitif
Karena karakteristik
pemikiran remaja yang belum matang, biasanya remaja-remaja tersebut sering kali
bermain argumen dengan Sean, terutama Willie. Willie dan remaja lain karena
adanya perasaan bahwa dirinyalah yang paling benar dan berusaha untuk
menunjukkan kemampuannya yang baru dalam bernalar. Selain itu, Willie yang
menemukan kesalahan pada figur otoritas, yakni ayah kandungnya sendiri membuat
dia merasa perlu untuk melindungi keluarganya (ibu dan adiknya) dengan cara
membunuhnya dengan pistol yang dibawanya.
Identitas
Remaja-remaja pada film
Gridiron Gang jika dilihat dari segi pemahaman diri, mereka cenderung memiliki
pemahaman diri yang rendah. Kurangnya pemahaman diri dapat mengakibatkan rasa
ingin mencari jati diri. Namun, yang tergambar dalam film Gridiron Gang ini,
mereka cenderung mencari jati diri mereka melalui lingkungan sosialnya, yakni dengan
ikut dalam suatu Gang tertentu yang ada di sekitar tempat tinggal mereka,
dimana mereka tidak mengetahui benar atau salahnya perbuatan yang mereka
lakukan.
Selanjutnya, adanya
stereotype di masyarakat mengenai para remaja yang mendekam di penjara. Masyarakat
yang menganggap bahwa orang yang pernah ditahan adalah penjahat, pembuat onar,
dan lebih frontal lagi disebut sebagai sampah masyarakat. Hal semacam ini lah
yang dihadapi para remaja yang mendekam dalam penjara. Sebagian dari mereka
mulai merasa putus asa dan hilang kepercayaan diri jika keluar dari penjara
nantinya. Hal ini yang biasa dikenal dengan self esteem negatif pada remaja
tersebut. Disinilah peran Sean Porter dalam memperbaiki kepercayaan diri para
remaja tersebut selama di dalam penjara dan citra diri para remaja setelah
mereka keluar dari penjara nantinya agar tidak sampai kembali lagi masuk dalam
penjara karena hal yang sama. Dengan bantuan Sean tersebut, para remaja ini
belajar untuk bekerja sama dengan Tim baru yang terdiri dari berbagai anak yang
berbeda Gang. Usaha Sean tidaklah sia-sia, karena terlihat pada remaja yang
tergabung dalam Tim Mustang ini seperti pada Willie Weathers yang mulai
memahami dirinya lebih terdiferensiasi dimana mereka mulai mempertimbangkan
berbagai konteks atau situasi ketika mendeskripsikan dirinya yang semula merasa
bahwa dia adalah bagian dari Gang 88, namun pada saat mengikuti pertandingan
football, dia merasa bahwa dia adalah bagian dari tim Mustangs. Selain itu ada
Kenny Bates yang mulai memiliki self esteem yang positif dimana dia yang sempat
merasa tidak disayang oleh ibunya, kini dia dapat menunjukkan dirinya yang
positif kepada sang ibu sehingga patut untuk dibanggakan, dan lain sebagainya.
Fungsi Keluarga
dan Teman Sebaya
Seperti yang kita ketahui
bersama, keluarga adalah salah satu poin penting dalam pembentukan kepribadian
dan identitas anak. Karena keluarga merupakan lingkungan terdekat anak. Yang terjadi
adalah apabila anak tidak mendapatkan rasa nyaman dari keluarga, terutama orang
tua, maka anak akan cenderung mencari lingkungan yang dapat menerima dirinya
dan dapat membuat dirinya merasa nyaman. Hal ini yang terjadi pada para remaja
dalam film Gridiron Gang. Mereka yang tidak mendapatkan perhatian dan
kenyamanan di lingkungan keluarga akan mencari keluarga baru di luar, yakni
dengan masuk menjadi anggota Gang tertentu. Sehingga mereka lebih cenderung
menghabiskan waktu mereka dengan “keluarga barunya” yang tidak diketahuinya
baik atau buruk.
Para remaja yang seharusnya
mendapatkan pendidikan dari orang tua justru mendapatkan pendidikan yang salah
dari orang-orang dengan latar belakang negatif, sehingga terbentuklah para remaja
dengan karakter negatif dan identitas negatif yang negatif pula. Mereka yang
semula hanya mencari suatu bentuk konformitas, tapi justru tenggelam dalam
hal-hal negatif. Selain itu, nilai kelompok teman sebaya para remaja ini hanya
diukur pada loyalitasnya terhadap Gang yang mereka masuki. Dengan cara ikut
memusuhi Gang lain yang mereka tidak tahu asal mula terjadinya konflik antar
Gang. Prasangka yang dimiliki para remaja ini, lebih berdasarkan pada interaksi
sosial in group – out group. Mereka menganggap bahwa teman satu Gang adalah
saudara sendiri yang harus dilindungi keberadaannya. Sedangkan Gang lain adalah
musuh, yang harus dihindari bahkan perlu dilawan dan dihabisi. Dan hal ini lah
yang tidak jarang membuat para remaja harus mendekam di suatu penjara.

good job! :)
BalasHapus