Kamis, 01 Desember 2011

ANALISIS FILM - PERKEMBANGAN REMAJA



Film Gridiron Gang menggambarkan suatu realitas yang benar-benar terjadi (berdasarkan kisah nyata) di negara Amerika dimana anak-anak remaja membentuk suatu komunitas mereka sendiri yang biasa dikenal dengan sebutan gang. Dan tidak sedikit dari mereka yang harus berakhir di penjara karena perbuatan mereka yang melanggar aturan seperti mencuri, menjadi penggedar atau bahkan penggunanya, melakukan kekerasan, serta mungkin saja diantara mereka masuk penjara karena melakukan pembunuhan. Nah, di film ini, lebih mengisahkan apa yang terjadi pada remaja, dan usaha Sean Porter dalam merubah suatu sistem di penjara anak yang nyaris dapat dikatakan tidak dapat digunakan lagi. Sean lah yang berusaha agar para anak-anak yang dipenjara ini setidaknya tidak akan melakukan kesalahan yang sama dan kembali ke penjara.
Para remaja dalam film ini dapat dianalisis dengan berbagai teori perkembangan pada remaja. Namun, saya akan menganalisisnya dari sisi kognitif dan psikososialnya.
Kognitif
Karena karakteristik pemikiran remaja yang belum matang, biasanya remaja-remaja tersebut sering kali bermain argumen dengan Sean, terutama Willie. Willie dan remaja lain karena adanya perasaan bahwa dirinyalah yang paling benar dan berusaha untuk menunjukkan kemampuannya yang baru dalam bernalar. Selain itu, Willie yang menemukan kesalahan pada figur otoritas, yakni ayah kandungnya sendiri membuat dia merasa perlu untuk melindungi keluarganya (ibu dan adiknya) dengan cara membunuhnya dengan pistol yang dibawanya.

Identitas
Remaja-remaja pada film Gridiron Gang jika dilihat dari segi pemahaman diri, mereka cenderung memiliki pemahaman diri yang rendah. Kurangnya pemahaman diri dapat mengakibatkan rasa ingin mencari jati diri. Namun, yang tergambar dalam film Gridiron Gang ini, mereka cenderung mencari jati diri mereka melalui lingkungan sosialnya, yakni dengan ikut dalam suatu Gang tertentu yang ada di sekitar tempat tinggal mereka, dimana mereka tidak mengetahui benar atau salahnya perbuatan yang mereka lakukan.
Selanjutnya, adanya stereotype di masyarakat mengenai para remaja yang mendekam di penjara. Masyarakat yang menganggap bahwa orang yang pernah ditahan adalah penjahat, pembuat onar, dan lebih frontal lagi disebut sebagai sampah masyarakat. Hal semacam ini lah yang dihadapi para remaja yang mendekam dalam penjara. Sebagian dari mereka mulai merasa putus asa dan hilang kepercayaan diri jika keluar dari penjara nantinya. Hal ini yang biasa dikenal dengan self esteem negatif pada remaja tersebut. Disinilah peran Sean Porter dalam memperbaiki kepercayaan diri para remaja tersebut selama di dalam penjara dan citra diri para remaja setelah mereka keluar dari penjara nantinya agar tidak sampai kembali lagi masuk dalam penjara karena hal yang sama. Dengan bantuan Sean tersebut, para remaja ini belajar untuk bekerja sama dengan Tim baru yang terdiri dari berbagai anak yang berbeda Gang. Usaha Sean tidaklah sia-sia, karena terlihat pada remaja yang tergabung dalam Tim Mustang ini seperti pada Willie Weathers yang mulai memahami dirinya lebih terdiferensiasi dimana mereka mulai mempertimbangkan berbagai konteks atau situasi ketika mendeskripsikan dirinya yang semula merasa bahwa dia adalah bagian dari Gang 88, namun pada saat mengikuti pertandingan football, dia merasa bahwa dia adalah bagian dari tim Mustangs. Selain itu ada Kenny Bates yang mulai memiliki self esteem yang positif dimana dia yang sempat merasa tidak disayang oleh ibunya, kini dia dapat menunjukkan dirinya yang positif kepada sang ibu sehingga patut untuk dibanggakan, dan lain sebagainya.
Fungsi Keluarga dan Teman Sebaya
Seperti yang kita ketahui bersama, keluarga adalah salah satu poin penting dalam pembentukan kepribadian dan identitas anak. Karena keluarga merupakan lingkungan terdekat anak. Yang terjadi adalah apabila anak tidak mendapatkan rasa nyaman dari keluarga, terutama orang tua, maka anak akan cenderung mencari lingkungan yang dapat menerima dirinya dan dapat membuat dirinya merasa nyaman. Hal ini yang terjadi pada para remaja dalam film Gridiron Gang. Mereka yang tidak mendapatkan perhatian dan kenyamanan di lingkungan keluarga akan mencari keluarga baru di luar, yakni dengan masuk menjadi anggota Gang tertentu. Sehingga mereka lebih cenderung menghabiskan waktu mereka dengan “keluarga barunya” yang tidak diketahuinya baik atau buruk.
Para remaja yang seharusnya mendapatkan pendidikan dari orang tua justru mendapatkan pendidikan yang salah dari orang-orang dengan latar belakang negatif, sehingga terbentuklah para remaja dengan karakter negatif dan identitas negatif yang negatif pula. Mereka yang semula hanya mencari suatu bentuk konformitas, tapi justru tenggelam dalam hal-hal negatif. Selain itu, nilai kelompok teman sebaya para remaja ini hanya diukur pada loyalitasnya terhadap Gang yang mereka masuki. Dengan cara ikut memusuhi Gang lain yang mereka tidak tahu asal mula terjadinya konflik antar Gang. Prasangka yang dimiliki para remaja ini, lebih berdasarkan pada interaksi sosial in group – out group. Mereka menganggap bahwa teman satu Gang adalah saudara sendiri yang harus dilindungi keberadaannya. Sedangkan Gang lain adalah musuh, yang harus dihindari bahkan perlu dilawan dan dihabisi. Dan hal ini lah yang tidak jarang membuat para remaja harus mendekam di suatu penjara.

1 komentar: