Senin, 27 Februari 2012

ANALISIS FILM HARMONY (K-DRAMA)


ANALISIS TOKOH HONG JEONG-HYE
BERDASARKAN PERKEMBANGAN MASA DEWASA

-          SINOPSIS
Hong Jeong-hye seorang wanita muda yang membunuh suaminya karena kekerasan fisik yang selalu diterimanya dari sang suami. Di dalam penjara, dia bertemu dengan Moon-ok yang dulunya adalah seorang profesor di bidang musik di sebuah universitas, tetapi kini dalam masa penantian untuk menjalani eksekusi mati karena kasus kriminal berupa pembunuhan berencana pada suaminya dan selingkuhan suaminya dengan menabrak mereka berdua ketika berjalan. Pada masa tahanannya, Jeong-hye sedang hamil dan melahirkan bayinya di dalam penjara. Setelah 18 bulan, harus rela melepaskan anaknya untuk diadopsi oleh orang lain. Untuk dapat menghabiskan waktu satu hari di luar penjara bersama anaknya, Jeong-hye membentuk kelompok paduan suara penjara yang anggotanya adalah para napi penjara tersebut. Moon-ok menjadi konduktor untuk paduan suara tersebut.
Para narapidana dan petugas penjara sangat tersentuh dengan hasil musik dari paduan suara tersebut. “Harmony” menyediakan sesuatu yang unik dari suatu set drama yang mengambil setting tentang kehidupan penjara wanita.


ANALISIS
 -       FISIK
Pada masa dewasa, individu telah memiliki kemampuan untuk bereproduksi yang sebenarnya telah dimiliki pada masa remaja, terutama pada wanita. Begitu pula yang terjadi pada Hong Jeong-hye yang nampak sedang melahirkan seperti pada awal mula film. Jika dilihat dari aspek perkembangan fisik yang lain, pada awal masa dewasa kemampuan fisik mencapai puncaknya. Individu memiliki kekuatan yang terbesar, gerak-gerak reflek mereka sangat cepat. (Desmita: 234, 2005). Hong Jeong-hye memiliki kekuatan yang cukup besar dan reflek yang baik terlihat dari pertengakaran yang terjadi dalam kamar sel tahanannya antara dia dengan teman satu sel yang baru bernama Kang Yu-mi karena tidak terima melihat perlakuan Kang Yu-mi pada anaknya dan berusaha memukuli Yu-mi. selain itu, juga pada reflek Jeong-hye yang dengan segara berlari dan menyelamatkan anaknya dari area pertengkaran antara Yu-mi dengan Gang Star di lapangan.

-          KOGNITIF
Dalam perkembangan kognitif masa dewasa awal, terdapat suatu pemikiran yang disebut pemikiran pascaformal (Postformal Thought) yang bersifat fleksibel, terbuka, adaptif, dan individualistis. Pemikiran ini dicirikan oleh kemampuan untuk menghadapi ketidakpastian, inkonsistensi, kontradiksi, ketidaksempurnaan, dan kompromi (Papalia: 138, 2009). Pemikiran ini dilandasi intuisi dan emosi juga logika. Hong Jeong-hye memberikan respon terhadap berbagai kejadian dan interaksi yang membuka cara melihat yang tidak biasa dan menantang pandangan yang sederhana. Dia mengajukan kepada kepala Penjara, Mr. Warden untuk membuka suatu wadah kegiatan baru bagi para napi berupa Paduan Suara. Hal ini dialakukan setelah melihat betapa hebatnya kelompok paduan suara yang pernah tampil di penjara. Selain itu, dia juga mengajukan kepada Mr. Warden jika berhasil memunjukkan kemampuan grup paduan suaranya, ia ingin dapat jalan-jalan keluar penjara satu hari saja bersama Min-woo anaknya yang masih balita itu.  Selain itu, ini juga dilakukannya untuk menunjukkan bahwa para napi di penjara tersebut tidak hanya dianggap orang jahat, buruk, dan tidak berguna.
Hong Jeong-hye termasuk dalam kriteria pemikiran pascaformal yang Process-product shift. Kriteria ini, menunjukkan suatu kemampuan melihat bahwa sebuah masalah dapat diselesaikan baik melalui proses dengan penerapan umum dari masalah serupa atau melalui produk, solusi konkret terhadap masalah khusus. (Papalia: 139, 2009). Sehingga: “Dalam hal ini (masalah tersebut di atas) solusi terbaik yang tersedia adalah dengan membuat suatu grup paduan suara yang baik dan bagus.” Selain itu, Jeong-hye juga menunjukkan pemikiran pragmatis ketika dia harus membuat suatu keputusan mengenai Mi-woo anaknya. Hal ini merupakan keputusan yang sulit. Dia harus rela melepaskan anaknya untuk diadopsi orang lain agar dapat merasakan memiliki keluarga yang normal, di lingkungan yang normal dan dapat memiliki teman sepermainan. Atau tetap membiarkan Min-woo tinggal bersamanya di dalam penjara dan meninggalkan suatu ingatan yang buruk bagi anaknya tersebut karena harus tumbuh di dalam penjara. Hal ini merupakan suatu kemampuan yang dimiliki Jeong-hye untuk memilih yang terbaik dari solusi logis yang mungkin mengenali kriteria pemilihan yang dihadapi oleh Jeong-hye.

-          SOSIOEMOSIONAL
Selama masa dewasa, dunia sosial dan personal dari individu menjadi lebih luas dan konpleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya karena mereka memasuki peran kehidupan yang lebih luas pula. Hal ini disebabkan adanya perubahan secara fisik dan kognitif yang berkaitan dengan penuaan, tetapi lebih disebabkan oleh peristiwa-peristiwa kehidupan yang berhubungan dengan keluarga dan pekerjaan. Menurut Erikson, pada masa dewasa dan tua ini ditandai dengan tiga gejala penting, yakni keintiman, generatif, dan integritas. (Desmita: 242, 2005).

Keintiman                                                                                            
Menurut Erikson, pembentukan hubungan intim merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh orang yang telah siap dan ingin menyatukan identitasnya dengan orang lain, yang mereka dambakan menjadi hubungan yang akrab dan dilandasi rasa persaudaraan, serta siap mengembangkan daya-daya yang dibutuhkan untuk memenuhi komitmen meskipun mereka harus berkorban untuk itu. (Desmita: 242-243, 2005).
Cinta, dapat berlanjut pada pernikahan dan keluarga, atau hanya hubungan cinta biasa saja. Hubungan intim pada Hong Jeong-hye merupakan hubungan intim yang berlanjut pada pernikahan. Namun, hal ini dimiliki oleh Jeong-hye sebelum dia masuk penjara karena tidak sengaja membunuh suaminya ketika bertengkar. Hal ini membuktikan bahwa tidak selamanya hubungan intim, terutama cinta (dengan lawan jenis) atau dengan pasangan hidup dapat selalu berjalan dengan baik. Ada kala pasangan bertengkar, bahkan hingga terjadi penganiayaan seperti yang dialami Jeong-hye.
Karena keberadaan Jeong-hye di penjara akibat membunuh suaminya, keluarga yang dia miliki adalah Min-woo anak satu-satunya, dan teman-teman satu selnya. Jeong-hye sangat mencintai dan menyangi Min-woo. Hal ini sangat wajar mengingat Jeong-hye adalah seorang ibu dan orang tua tunggal bagi anaknya, sehingga naluri keibuan-pun tentu akan muncul. Rasa kekhawatirannya pada anaknya sangat jelas ketika Min-woo yang terjatuh karena didorong oleh teman sesama napi dan dengan spontan menjadi marah dan agresif karena merasa tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Ketika Min-woo sakit panas pada malam hari, dan terlebih lagi ketika ia harus rela melepaskan Min-woo untuk diadopsi oleh orang lain. Perpisahan dengan anak merupakan hal yang berat sekali bagi orang tua. Selain itu, spontanitas Jeong-hye pada saat akan mengikuti pagelaran paduan suara, tanpa sengaja mendengar nama Min-woo, ia langsung berlari mengejar karena perasaan rindu yang besar pada anaknya karena telah lama berpisah. Namun, kesedihannya sedikit berkurang ketika dia telah melihat dan memeluk anaknya yang telah berumur 5 tahun tumbuh dengan baik, meskipun hanya sebentar karena telah diadopsi.

Persahabatan
Tahapan perkembangan pertemanan ada 4, yakni initial contact and acquaintanceship (pertemuan/perkenalan), casual friendship (keterbukaan), close and intimate friendship (dekat). Hong Jeong-hye telah masuk dalam tahap close and intimate friendship, dimana hubungan pertemanan ini lebih eksklusif, dan saling mengetahui satu sama lain dengan teman-teman satu selnya. Bahkan lebih, karena teman-teman satu selnya telah dianggapnya keluarga sendiri, juga Moon-ok (wanita tua yang satu sel dengan Jeong-hye) yang telah dianggapnya sebagai ibu. Mereka saling membantu jika ada masalah dengan yang lain (saling membela). Mereka juga terbuka satu dengan yang lain jika memiliki masalah dan merasakan suka duka pun bersama. Mereka tertawa gembira bersama, dan sedih pun juga bersama. Terlihat sekali ketika tiba waktu eksekusi mati bagi Moon-ok. Jeong-hye sangat terpukul sekali dan tidak siap kehilangan Moon-ok pada saat itu. Ia merasa kehilangan sekali dengan segera memeluk erat Moon-ok dan menghalanginya agar tidak kelaura sel dan menjalani eksekusi. Jeong-hye menangis dan sedih.


DAFTAR PUSTAKA
Desmita, 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Papalia, Diane E. Olds, Sally Wendkos. Feldman, Ruth Duskin. 2010. Human Development (Perkembangan Manusia). Jakarta: Salemba Humanika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar