Kartegori : Film
Jenis : Komedi
Pemain : Dennis Quaid, Rene Russo
Sutradara : Raja Gosnell
Skenario : Ron Burch & David Kidd
Produksi : Metro-Goldwyn-Mayer Pictures, Nickelodeon
Movies, Paramount Pictures & Columbia Pictures
Yours,
Mine, and Ours
Ketika Dua Keluarga Besar Menyatu
Tinggal bersama keluarga
besar, penuh dengan warna. Tapi bagaimana bila dua keluarga besar dengan
kebiasaan berbeda bersatu? Tentu akan heboh. Begitulah cerita dari film Yours,
Mine And Ours yang dibintangi dua aktor kawakan, Dennis Quaid dan Rene Russo.
Quaid berperan sebagai Frank Beardsley, sebagai Admiral bintang dua di USCG (United State Coast Guard) yang memiliki 8 anak.
Sebagai seorang tentara, Frank selalu berpindah rumah, dari kota yang satu ke
kota lainnya. Meski mengeluh, tapi anak-anak Frank patuh dengan aturan dan
disiplin yang ditegakkan ayah mereka. Sehingga mereka terbiasa hidup teratur
dan penuh rutinitas. Situasi kehidupan di rumah Frank, berbeda dengan suasana
di keluarga Helen North (Rene Russo) yang memiliki 10 orang anak –sebagian
merupakan anak adopsi. Sebagai seorang disainer aksesori, kehidupan North
sangat bebas dan penuh spontanitas. Tak heran bila rumah mereka tak pernah
rapi, anak-anak bebas bermain di rumah bersama binatang peliharaan mereka,
seekor anjing dan babi hutan.
Sebenarnya Frank merasa kesepian ditinggal istrinya.
Tapi dia berhasil mendidik anak-anaknya dengan menerapkan disiplin ala militer.
Teman Frank, sesama admiral, yang mengetahui isi hati Frank, lantas
menjodohkannya dengan seorang wanita. Setelah ditemui, Frank sangat kecewa
dengan perilaku wanita tersebut, apalagi akhirnya diketahui bahwa wanita
tersebut adalah mantan istri temannya. Suatu hari Frank tak
sengaja bertemu dengan Helen di sebuah restoran. Dari pertemuan inilah,
keduanya kembali bernostalgia saat mereka sama-sama remaja. Kedua duda dan
janda ini ternyata sempat menjadi ratu dan raja pesta prom, kebetulan pula
kalau keduanya masih saling memendam cinta. Di picu akan keadaan mereka kini
dan kenangan indah masa lalu, akhirnya keduanya memutuskan untuk menikah. Keputusan
yang mendadak dan mengejutkan inilah yang membuat cerita mengalir lebih meriah.
Bagaimana masing-masing ‘keluarga besar’ berusaha mempertahankan gaya hidup
mereka, membuat persaingan dan persinggungan yang berakibat pertikaian pun tak
dapat dihindarkan. Baik Helen dan Frank bukannya tak mengerti, tapi mereka pun
sempat kewalahan mengadapi ‘pasukan’ anak-anak ini.
Akhirnya, kedua kubu
melakukan genjatan senjata. Target mereka kini bukan lagi saling menjatuhkan,
tapi bagaimana memisahkan keduanya sehingga mereka bisa menjalani kehidupan
seperti sebelumnya. Dan strategi jitu 18 anak ini mampu memisahkan Helen dan
Frank, namun tidaklah bertahan lama. Karena ke 18 anak ini menadari bahwa
mereka telah saling ketergantungan, terutama sebagi keluarga. Sehingga, mereka
pun kmbali bersatu, namun kini untuk tujuan mempersatukankembali kedua orang
tua mereka yang telah sepakat untuk berpisah. Sebagai komedi romantik keluarga,
film ini sangat menghibur meski leluconnya agak terkesan slepstik, tapi unsur
ini malah memperkuat kesan yang membuat siapa saja tertawa.
Analisis
Dalam film ini terjadi percampuran dua keluarga besar melalui ikatan
pernikahan, yakni antara keluarga Frank Beardsley, dengan keluarga Helen North, seorang desaigner
aksesoris, sehingga terbentuklah keluarga baru yang lebih besar. Pola keluarga
ini termasuk pola keluarga yang umum terjadi di Amerika (Hurlock, 2000). Ada beberapa
pola umum pada keluarga di Amerika, sedangkan pola keluarga pada film ini
adalah:
-
Keluarga
ini merupakan keluarga dengan ibu yang bekerja, hal ini karena mrs.x memiliki
pekerjaan sebagai fashion desaigner.
-
Keluarga
dengan komposisi baru, merupakan keluarga yang terbentuk kembali (reconstituted) setelah kematian pasangan
masing-masing sebelum mereka akhirnya menikah. Karena terdiri dari dua keluarga,
sehingga ketika telah bersatu maka muncullah istilah orang tua yang sebenarnya
dan yang lainnya adalah orang tua tiri, hal ini berlaku bagi kedua belah pihak.
-
Keluarga
angkat, karena dalam keluarga North, terdapat 6 anak yang diadopsi. Sehingga,
jelas bahwa diantara mereka tidak terdapat hubungan darah dengan orang tua. Namun
demikian, orang tua memiliki tanggung jawab hokum bagi anak mereka dan
anak-anak tersebut mendapatkan nama keluarga layaknya anak kandung sendiri.
-
Keluarga
antar ras, hal ini juga terdapat pada keluarga North, dimana keenam anak
adopsinya memiliki ras yang berbeda. 1 anak kulit hitam, 2 anak kembar dari
India, 1 anak dari Jepang, 1 anak dari China, dan 1 anak lagi kulit putih.
Sikap yang dimiliki
oleh orang tua akan mempengaruhi cara mereka dalam memperlakukan anak-anaknya,
dan perlakuan mereka terhadap anak sebaliknya mempengaruhi sikap anak terhadap
mereka dan perilaku mereka (Hurlock, 2000). Nilai budaya mengenai cara terbaik
memperlakukan anak, secara otoriter, demokratis, maupun permisif, akan mempengaruhi
sikap orang tua dan cara mereka memperlakukan anak mereka (Hurlock, 2000). Pada
kedua keluarga ini memiliki budaya dan cara yang berbeda dalam memperlakukan
anak. Pada keluarga Breadsley, sedikit otoriter dan menonjolkan keteraturan
serta kedisiplinan yang tinggi pada anak-anak mereka. Anak-anaknya diperlakukan
selayaknya ia memperlakukan anak buah kapalnya. Sehingga yang terjadi adalah
anak-anaknya pun memperlakukannya selayaknya kapten kapal yang harus selalu
diikuti perintahnya dan bahkan memanggilnya tidak dengan sebutan ayah, melainkan
Laksamana, sesuai dengan pangkat ayahnya di US Seals.
Sedangkan pada
keluarga North, sangat berbeda jauh. Anak-anaknya diperlakukan sangat deokratis
dan permisif. Sehingga anak-anak yang ada di rumahnya merasa bebas untuk
melakukan berbagai hal. Karena ia menganggap, bahwa apa yang dilakukan oleh
anak-anaknya merupakan wujud dari kebebasan berekspresi. Selain itu,
demokratis, dengan adanya saling mendengar pendapat dari anggota keluarga yang
lain pada saat berkumpul yang dibantu oleh adanya ‘tongkat kebebasan’.
Ukuran sebuah
keluarga akan berpengaruh pada hubungan keluarga. Namun, ukuran keluarga bukan
satu-satunya yang menentukan kualitas keluarga (Hurlock, 2000). Jumlah sistem
interaksi keluarga harus dipertimbangkan. Suatu sistem interaksi menjadi lebih
rumit dengan tibanya anggota keluarga baru. Hal ini tidak hanya berlaku bagi
keluarga yang baru saja mendapatkan bayi yang baru lahir, melainkan seperti
pada film ini, dimana mereka harus berusaha bersatu dan saling menerima untuk menjadi
suatu keluarga yang utuh. Semakin besar keluarga, semakin besar jumlah jumlah
sistem interaksi dan biasanya semakin besar perselisihan di rumah. Hal ini
dikarenakan adanya persaingan antar saudara (sibling rivalry) ataupun kurangnya penerimaan diantara mereka
sebagai saudara. Sehingga yang terjadi adalah, suasana rumah menjadi tidak
sehat, karena timbulnya perselisihan dan tidak memungkinkan masing-masing
anggota keluarga dapat hidup harmonis dengan anggota keluarga lain. Dan sebagai
hasilnya adalah, karena menjadi orang tua dari keluarga besar, mr.x akan lebih
sering menggunakan metode pendidikan yang otoriter, selain karena nilai budaya
yang dianut.
Dalam upaya
pencapaian tujuan bersama dalam sebuah keluarga, perlu adanya kerja sama dari
tiap anggota keluarga. Hal ini dilakukan oleh ke 18 anak=anak tersebut,
meskipun sebenarnya memiliki tujuan negatif. Ketika anggota keluarga melakukan
suat kegiatan secara bersamaan, sebenarnya telah menimbulkan perasaan nyaman
satu sama lain, yang tidak disadari oleh tiap-tiap anak tersebut. Hal ini
dikarenakan adanya pembiasaan dalam diri mereka yang mereka sadari, namun
efeknya tidak disadari, yakni perasaan nyaman tersebut.
Pada hubungan
suami-istri, seandainya merasa kecewa dengan peran sebagai orang tua, karena
perubahan radikal yang yang tidak diharapkan, perselisihan suami-istri akan
berembang. Orang tua yang kecewa kemudian bersikap sangat kritis terhadap
pasangannya dan anak-anak. Bila suami dan istri keduanya kecewa, hubungan
diwarnai perselisihan akan lebih memburuk lagi seperti yang terjadi pada
keluarga ini. Mereka tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi dan yang telah
direncanakan oleh anak-anak mereka. Semua kesalahan yang terjadi merupakan
kesengajaan untuk membuat mereka bertengkar sehingga kembali berpisah. Dan kekecewaan
ini benar terjadi ada keduanya, sehingga terjadilah perselisihan dan akhirnya
mereka pun memutuskan untuk bercerai karena mereka beranggapan bahwa mereka
tidak cocok satu sama lain, karena perbedaan prinsip yang paling mendasar
sekalipun.
Daftar Pustaka
Hurlock, Elizabeth B. 2000. Perkembangan Anak. Jilid II. Jakarta : Erlangga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar